Minggu, 08 November 2015

Manusia yang Manusiawi


Manusia adalah makhluk Allah SWT yang paling mulia dan paling sempurna, sebagaimana yang difirmankan Allah SWT dalam Al-Qur’an “Dan sesungguhnya telah kami muliakan anak-anak Adam” (QS. Al-Isra :70).
Selain itu, manusia juga makhluk hidup yang satu-satunya dianugerahi oleh Allah SWT akal dan pikiran. Jadi manusia adalah satu-satunya makhluk hidup yang dibebani kewajiban untuk mentaati dan mematuhi Allah dan RasulNya. Untuk itu Allah SWT memberikan kekuatan akal guna untuk membedakan mana yang salah dan mana yang benar, mana yang baik dan mana yang buruk. Manusia tidak mengetahui hakikat dirinya, dan hanya mengetahui sedikit saja rahasia kehidupan dunia yang melingkupinya. Manusia memiliki keterbatasan dalam berfikir, menafsirkan, serta berimajinasi, dan dirinya sendiri merupakan satu bagian yang tidak mungkin dipisahkan dari kehidupan yang ingin dia ketahui hakikatnya.
Mungkin manusia sudah mengetahui sebagian rahasia penciptaan tubuhnya, akan tetapi dimanakah akal dan ruhnya? Dan apakah hakikat keduanya? Mereka sama sekali tidak mengetahui tentang kedua hal tersebut. Jadi, tidak seorangpun yang dapat menjawab pertanyaan “Siapakah manusia sebenarnya?”. Salah seorang ilmuan mengatakan, “Ketidaktahuan kita tentang manusia akan terus berlangsung selamanya”.
Allah SWT memberitahu hambanya dalam firmanNya yang artinya : “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya” (QS. Qaaf : 16). Adakah seseorang diantara kita yang membantah firman Allah SWT yang berbunyi “Dan sesunggunya telah Kami ciptakan manusia”. Tidak akan pernah ada seorang pun diantara kita yang membantah firmah Allah SWT tentang ini.
Allah SWT berfirman tentang manusia “Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah” (QS. Al-Alaq : 2) dan Dia juga berfirman “Dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah” (QS. As-Sajadah :7). Nah, bukankah kedua ayat ini menunjukkan bahwa manusia adalah fisik yang diciptakan dari segumpal darah dan juga tanah? Maka jawabannya adalah sama sekali tidak, manusia tidak pernah diciptakan dari segumpal darah ataupun tanah kering ataupun juga tanah liat. Hanya raga manusia sajalah yang diciptakan dari tanah kering bumi ini, dan juga air, lalu campuran tanah kering dan air itu menjadi tanah liat. Ayat Al-Qur’an itu sebenarnya hanya mengungkapkan suatu hal yang parsial, yakni “raga manusia” dengan menyebutkan kata yang lebih universal, yakni “manusia”.
Jadi kesimpulannya menurut saya, manusia adalah makhluk Allah yang paling sempurna yang diciptakan Allah SWT secara bertahap, yang terdiri atas jiwa dan raga, jasmani dan rohani, sehingga memungkinkannya untuk menjadi wakil Allah SWT di muka bumi sebagai Khalifah yang selalu taat, tunduk dan patuh kepada Allah SWT.
Sedangkan manusiawi menurut saya, adalah sesuatu yang bersifat manusia, bersifat kemanusiaan. Dan bagaimana manusia bisa dikatakan sebagai berkemanusiaan? Nah saya akan memberikan contoh sekaligus sedikit bercerita tentang sikap kemanusiaan yang saya lakukan ketika membuat project kebaikan.


Project kebaikan yang pertama

Pasti kalian udah tau siapa pemulung itu, pekerjaannya seperti apa, dan bagaimana kehidupan mereka, kan? Nah setelah kalian mengetahui itu semua, apakah kalian peduli dengan mereka? Secara umum banyak yang tidak peduli dan merendahkan mereka. Bahkan banyak tempat di sekitar kita yang memasang tanda larangan bagi pemulung dengan banyak alasan. Padahal dengan adanya mereka itu untuk membersihkan sampah, mengambil sampah yang selanjutnya bisa didaur ulang dan untuk dimanfaatkan menjadi kerajinan yang berharga. Bukan berarti, dengan adanya mereka, kita bisa membuang sampah sembarangan tanpa memperhatikan lingkungan. Sebagai manusia yang berkemanusiaan, sebaiknya kita membantu meringankan beban pemulung dengan cara yang sederhana saja, yakni membuang sampah pada tempatnya dan menghargai pekerjaan mereka.


Project kebaikan yang kedua

Yang kedua, penjual koran jalanan. Kalian pastinya juga tidak asing dengan mereka. Mereka berjualan koran setiap hari dibawah terik matahari dan dinginnya hujan untuk mencari uang yang akan mereka gunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka. Tidak hanya orang tua saja yang berjualan koran, tetapi banyak anak-anak juga yang berjualan koran.
Sewaktu-waktu saya mencoba membantu mereka berjualan koran di traffic light. Saya merasa kesulit dalam berjualan koran. Tidak banyak orang yang membeli koran saya. Belum lagi panas matahari yang sangat terik dan polusi kendaraan. Saya heran, mengapa anak-anak itu kuat menahan panasnya terik matahari tanpa memakai alas kaki dan topi untuk menutupi kepalanya. Saya salut dengan semangat mereka dalam bertahan hidup.
Tetapi, saya juga sangat sedih dan miris dengan apa yang dikerjakan mereka. Ini merupakan masalah sosial yang sering dijumpai di kalangan masyarakat bawah, namun masalah ini tentunya tidak harus dibiarkan dan tidak seharusnya menjadi kebiasaan yang secara tidak langsung memaksa anak kecil untuk bekerja. Sekiranya ada solusi yang mampu mengatasi masalah sosial ini, tentang apa yang membuat ini terjadi, mengapa terjadi, dan apa jalan keluar dari masalah yang terjadi. Masalah yang buruk bukannya sesuatu yang dibanggakan namun harus diubah walaupun dari yang kecil, karena perubahan yang kecil dapat mengubah sesuatu menjadi besar dan lebih bermanfaat.


Project kebaikan yang ketiga

Dan yang ketiga, project kebaikan yang saya lakukan adalah berkunjung ke panti asuhan. Tidak semua orang terlahir dengan keluarga lengkap, bahkan beberapa tanpa keluarga sama sekali. Begitu miris mengetahui ada yang tega membuang anaknya sendiri. Namun demikian, masih ada orang-orang yang tergerak hatinya untuk merawat dan menjaga mereka dengan penuh kasih sayang. Yayasan panti asuhan menjadi salah satu tempat untuk mereka berteduh dan tumbuh. Setiap anak yang datang memiliki kisahnya masing-masing.
Tiada bantuan yang lebih berharga dari sedekah, melainkan waktu yang kita sisihkan untuk menjenguk anak-anak, menghilangkan kebosanan dan mengobati hati mereka. Di sisi lain saya bergerak hati untuk mengajarkan anak-anak mengaji, agar mereka tetap ingat kepada Sang Pencipta.
Dari yang masih kecil hingga yang sudah lulus sekolah pun mereka menghabiskan waktu bersama dan saling mengajari. Tidak ada yang membedakan latar belakang mereka, mereka semua sama, mereka satu dalam satu keluarga besar. Walaupun sebenarnya mereka bosan berada di panti asuhan, tapi mereka berusaha menghilangkan rasa bosan itu dengan kebersamaan mereka. Di sisi lain mereka merasa senang karena memiliki keluarga besar yang saling menyayangi dan melindungi, mereka juga senang karena memiliki banyak teman. Suka duka mereka rasakan bersama.
Nah ini adalah beberapa contoh yang bisa saya bagikan kepada teman-teman agar bisa menginspirasi dan membuat teman-teman tergerak hati untuk lebih berperilaku kemanusiaan dan meninggalkan perselisihan. Karena kita semua sesama manusia itu adalah sama, bersaudara, tidak memandang suatu perbedaan yang membuat kita berselisih dan menimbulkan perpecahan, yang memiliki satu tujuan untuk mencapai kehidupan yang damai. Semua itu kita lakukan semata-mata untuk ibadah dan mencari ridha Allah SWT.
Semoga tulisan saya ini bermanfaat bagi teman-teman dan tidak menimbulkan pikiran buruk dan kesalah pahaman :)



Daftar Pustaka :

28 komentar:

  1. apa yang kamu lakukan itu benar2 menginspirasi kaum muda, membuat kaum muda tergugah untuk senantiasa berbuat baik kepada siapa saja

    BalasHapus
  2. apa yang kamu lakukan itu benar2 menginspirasi kaum muda, membuat kaum muda tergugah untuk senantiasa berbuat baik kepada siapa saja

    BalasHapus
  3. Sangat menginspirasi. Semoga yang lain dapat mencontoh. Nice :)

    BalasHapus
  4. artikelnya bagus dan menginspirasi. semoga semakin banyak dari kita yang berperilaku kemanusiaan :)

    BalasHapus
  5. nice artikel semoga bermanfaat bagi sesama GBU

    BalasHapus
  6. Bagus artikelnya sis :-) semoga dapat bermanfaat untuk semua orang yaaaa :-)

    BalasHapus
  7. Sangat menginspirasi. artikelnya bagus. terus berkarya. Godbless

    BalasHapus
  8. artikel yang sangat menginsiprasi dzul, semoga bisa menjadi berkah bagi kita semua :)

    BalasHapus
  9. Terima kasih utk pengetahuan baru bagi saya.. saya sgt stuju dengan pengertian bahwa bersikap manusiawi adalah melakukan kebaikan bagi sesama krn mereka memiliki drajat manusia yang sama dgn kita, good job, keep goinf!

    BalasHapus
  10. Artikel ini mengandung nilai2 kemanusiaan yang sangat menginspirasi kita semua. Dengan project2 yang ada paparkan diatas terlihat jelas betapa berarti nya nilai kemanusiaan dalam kehidupan kita. Pada hakikat nya pula kita sesama manusia harus saling membantu dengan yang lain karena hidup akan terasa indah dan apabila kita saling berbagi dengan sesama manusia

    BalasHapus
  11. memanusiakan manusia
    keren dah artikelnyaa~

    BalasHapus
  12. Semoga artikel ini semakin membuat manusia sadar akan kepedulian sesama ya

    BalasHapus
  13. Bagus artikelnya, menginspirasi banget. Terus berkarya yaa:)

    BalasHapus
  14. Artikel yg cerdik dan membuka wawasan.. goodluck

    BalasHapus
  15. Wah artikel ini benar benar menggugah saya untuk melakukan hal hal yang bermanfaat bagi kemanusiaan, mantab sekali

    BalasHapus
  16. πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘

    BalasHapus
  17. sangat menginspirasi. semoga dapat bermanfaat :)

    BalasHapus
  18. sangat menginspirasi. semoga dapat bermanfaat :)

    BalasHapus
  19. Saya mendapatkah arti yang sesungguhnya tentang manusia setelah lama mencari di google, nice

    BalasHapus
  20. luar biasa :) mengajak kita untuk membantu sesama :)

    BalasHapus
  21. Nice artikel, ditunggu artikel yg bermanfaat selanjutnya :)

    BalasHapus
  22. Bagus Zul ada pengantar dan ada proyek langsung yg kamu lakukan. Artikel yg membangun, terus berkarya dan wujudnyatakan di kehidupan di seterusnya ya GBu

    BalasHapus
  23. Artikelnya bagus, semoga dapat menginspirasi yang lain

    BalasHapus
  24. Artikelnya bagus, semoga dapat menginspirasi yang lain

    BalasHapus
  25. Nice article. Menginspirasi byk orang.

    BalasHapus
  26. Nice article. Menginspirasi byk orang.

    BalasHapus