Sabtu, 28 November 2015

Serangan November 2015 yang Menghancurkan Paris


Seperti yang readers tau, tanggal 13 November 2015 lalu, di Paris, Perancis, terjadi serangkaian serangan teroris yang sudah terencana, yaitu penembakan massal, bom bunuh diri, dan penyanderaan. Tidak sedikit yang menjadi korban jiwa maupun korban luka-luka.
Dan tanggal 14 November, Negara Islam Irak dan Syam (NIIS) mengaku bertanggung jawab atas serangan ini. Mereka mengatakan bahwa motif dari penyerangan tersebut adalah adanya ekstremisme islam, balas dendam atas keterlibatan Perancis dalam Perang Saudara Suriah dan Perang Saudara Irak, dan selain itu juga karena adanya kebijakan luar negeri François Hollande di negara-negara Muslim. Serangan ini dianggap sebagai tindakan perang dan merupakan aksi paling mematikan yang terjadi di Perancis sejak Perang Dunia II, dan di Uni Eropa sejak bom kereta api Madrid tahun 2004.
Kejadian tersebut menimbulkan reaksi dari beberapa pihak nasional maupun internasional. Reaksi dari nasional yaitu Presiden Perancis François Hollande yang merilis pernyataan bahwa “Rakyat Perancis harus kuat menghadapi terorisme”. Mantan Perdana Menteri Perancis François Fillon juga menyatakan bahwa “Perang terjadi di tengah-tengah masyarakat kita. Pihak berwenang meminta agar warga Paris tetap berada di dalam rumah demi keselamatan diri”. Dan reaksi dari internasional yaitu Presiden Amerika Serikat, Barack Obama mengatakan, "Ini adalah serangan terhadap Paris, rakyat Perancis, dan seluruh umat manusia beserta nilai-nilai universal yang kita pegang bersama. Kami mendukung Perancis dalam perjuangan melawan terorisme dan ekstremisme”. Presiden Indonesia, Joko Widodo juga mengatakan, "Pemerintah dan bangsa Indonesia mengutuk keras kekerasan dan kekejaman yang terjadi di Paris. Terorisme dengan alasan apa pun tidak bisa ditoleransi”.
Selain itu juga terdapat reaksi dari masyarakat bahwa teroris adalah orang islam. Mereka berpendapat bahwa orang islam identik dengan terorisme. Dengan adanya anggapan tersebut, maka seorang Muslim yang tinggal di Paris melakukan sesuatu yang membuat masyarakat tersentuh dan mengerti bahwa tidak semua orang Muslim adalah teroris.

Cek this video

 
Aksi Pemuda Muslim di Paris yang Mengharukan

Kalian pasti sudah banyak yang mengetahui video tersebut. Apa pendapat kalian tentang aksi pemuda Muslim ini?
Setelah melihat video tersebut, semoga kalian bisa merubah pandangan kalian tentang orang Muslim. Tidak semua orang Muslim bertindak keji seperti teroris. Dalam pandangan masyarakat, teroris adalah Muslim. Tetapi tidak bisa dikatakan apabila orang Muslim itu adalah teroris. Teroris ya teroris, Muslim ya Muslim. Mereka membunuh orang yang tidak bersalah. Sedangkan Islam tidak mengajarkan hal itu. Islam mengajarkan membela agama Islam. Apabila ada kaum yang memerangi Islam, maka Islam akan berjuang dalam mempertahankan agama Islam. Nah, tertoris tidak memahami secara mendalam ajaran Islam. Teroris beranggapan bahwa jihad itu memerangi kaum kafir. Tetapi dalam Islam, tidak mengajarkan itu. Sedangkan di dalam Al Quran terdapat ayat “Lakum dinukum waliyadin”, yang artinya “Bagimu agamamu, dan bagiku agamaku”.
Saya pribadi sebagai orang Muslim, sangat miris melihat kejadian tersebut. Dan sangat sedih apabila masyarakat memandang bahwa Islam itu jahat. Sedangkan Islam itu sebenarnya mengajarkan perdamaian, kasih sayang, dan toleransi. Sangat disayangkan kejadian tersebut. Dan saya berharap semoga teman-teman semua dapat menerima pesan yang disampaikan oleh pemuda Islam di Paris dari video diatas.
Tidak ada yang bisa saya lakukan dalam memerangi teroris, kedepannya saya hanya bisa mengenalkan Islam secara benar, dan menafsirkan Al-Quran tidak dengan terpotong-potong supaya bisa dipahami orang lain. Semoga tidak ada lagi teroris lain yang menyebabkan kehancuran di dunia ini.


Daftar Pustaka :

Minggu, 08 November 2015

Manusia yang Manusiawi


Manusia adalah makhluk Allah SWT yang paling mulia dan paling sempurna, sebagaimana yang difirmankan Allah SWT dalam Al-Qur’an “Dan sesungguhnya telah kami muliakan anak-anak Adam” (QS. Al-Isra :70).
Selain itu, manusia juga makhluk hidup yang satu-satunya dianugerahi oleh Allah SWT akal dan pikiran. Jadi manusia adalah satu-satunya makhluk hidup yang dibebani kewajiban untuk mentaati dan mematuhi Allah dan RasulNya. Untuk itu Allah SWT memberikan kekuatan akal guna untuk membedakan mana yang salah dan mana yang benar, mana yang baik dan mana yang buruk. Manusia tidak mengetahui hakikat dirinya, dan hanya mengetahui sedikit saja rahasia kehidupan dunia yang melingkupinya. Manusia memiliki keterbatasan dalam berfikir, menafsirkan, serta berimajinasi, dan dirinya sendiri merupakan satu bagian yang tidak mungkin dipisahkan dari kehidupan yang ingin dia ketahui hakikatnya.
Mungkin manusia sudah mengetahui sebagian rahasia penciptaan tubuhnya, akan tetapi dimanakah akal dan ruhnya? Dan apakah hakikat keduanya? Mereka sama sekali tidak mengetahui tentang kedua hal tersebut. Jadi, tidak seorangpun yang dapat menjawab pertanyaan “Siapakah manusia sebenarnya?”. Salah seorang ilmuan mengatakan, “Ketidaktahuan kita tentang manusia akan terus berlangsung selamanya”.
Allah SWT memberitahu hambanya dalam firmanNya yang artinya : “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya” (QS. Qaaf : 16). Adakah seseorang diantara kita yang membantah firman Allah SWT yang berbunyi “Dan sesunggunya telah Kami ciptakan manusia”. Tidak akan pernah ada seorang pun diantara kita yang membantah firmah Allah SWT tentang ini.
Allah SWT berfirman tentang manusia “Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah” (QS. Al-Alaq : 2) dan Dia juga berfirman “Dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah” (QS. As-Sajadah :7). Nah, bukankah kedua ayat ini menunjukkan bahwa manusia adalah fisik yang diciptakan dari segumpal darah dan juga tanah? Maka jawabannya adalah sama sekali tidak, manusia tidak pernah diciptakan dari segumpal darah ataupun tanah kering ataupun juga tanah liat. Hanya raga manusia sajalah yang diciptakan dari tanah kering bumi ini, dan juga air, lalu campuran tanah kering dan air itu menjadi tanah liat. Ayat Al-Qur’an itu sebenarnya hanya mengungkapkan suatu hal yang parsial, yakni “raga manusia” dengan menyebutkan kata yang lebih universal, yakni “manusia”.
Jadi kesimpulannya menurut saya, manusia adalah makhluk Allah yang paling sempurna yang diciptakan Allah SWT secara bertahap, yang terdiri atas jiwa dan raga, jasmani dan rohani, sehingga memungkinkannya untuk menjadi wakil Allah SWT di muka bumi sebagai Khalifah yang selalu taat, tunduk dan patuh kepada Allah SWT.
Sedangkan manusiawi menurut saya, adalah sesuatu yang bersifat manusia, bersifat kemanusiaan. Dan bagaimana manusia bisa dikatakan sebagai berkemanusiaan? Nah saya akan memberikan contoh sekaligus sedikit bercerita tentang sikap kemanusiaan yang saya lakukan ketika membuat project kebaikan.


Project kebaikan yang pertama

Pasti kalian udah tau siapa pemulung itu, pekerjaannya seperti apa, dan bagaimana kehidupan mereka, kan? Nah setelah kalian mengetahui itu semua, apakah kalian peduli dengan mereka? Secara umum banyak yang tidak peduli dan merendahkan mereka. Bahkan banyak tempat di sekitar kita yang memasang tanda larangan bagi pemulung dengan banyak alasan. Padahal dengan adanya mereka itu untuk membersihkan sampah, mengambil sampah yang selanjutnya bisa didaur ulang dan untuk dimanfaatkan menjadi kerajinan yang berharga. Bukan berarti, dengan adanya mereka, kita bisa membuang sampah sembarangan tanpa memperhatikan lingkungan. Sebagai manusia yang berkemanusiaan, sebaiknya kita membantu meringankan beban pemulung dengan cara yang sederhana saja, yakni membuang sampah pada tempatnya dan menghargai pekerjaan mereka.


Project kebaikan yang kedua

Yang kedua, penjual koran jalanan. Kalian pastinya juga tidak asing dengan mereka. Mereka berjualan koran setiap hari dibawah terik matahari dan dinginnya hujan untuk mencari uang yang akan mereka gunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka. Tidak hanya orang tua saja yang berjualan koran, tetapi banyak anak-anak juga yang berjualan koran.
Sewaktu-waktu saya mencoba membantu mereka berjualan koran di traffic light. Saya merasa kesulit dalam berjualan koran. Tidak banyak orang yang membeli koran saya. Belum lagi panas matahari yang sangat terik dan polusi kendaraan. Saya heran, mengapa anak-anak itu kuat menahan panasnya terik matahari tanpa memakai alas kaki dan topi untuk menutupi kepalanya. Saya salut dengan semangat mereka dalam bertahan hidup.
Tetapi, saya juga sangat sedih dan miris dengan apa yang dikerjakan mereka. Ini merupakan masalah sosial yang sering dijumpai di kalangan masyarakat bawah, namun masalah ini tentunya tidak harus dibiarkan dan tidak seharusnya menjadi kebiasaan yang secara tidak langsung memaksa anak kecil untuk bekerja. Sekiranya ada solusi yang mampu mengatasi masalah sosial ini, tentang apa yang membuat ini terjadi, mengapa terjadi, dan apa jalan keluar dari masalah yang terjadi. Masalah yang buruk bukannya sesuatu yang dibanggakan namun harus diubah walaupun dari yang kecil, karena perubahan yang kecil dapat mengubah sesuatu menjadi besar dan lebih bermanfaat.


Project kebaikan yang ketiga

Dan yang ketiga, project kebaikan yang saya lakukan adalah berkunjung ke panti asuhan. Tidak semua orang terlahir dengan keluarga lengkap, bahkan beberapa tanpa keluarga sama sekali. Begitu miris mengetahui ada yang tega membuang anaknya sendiri. Namun demikian, masih ada orang-orang yang tergerak hatinya untuk merawat dan menjaga mereka dengan penuh kasih sayang. Yayasan panti asuhan menjadi salah satu tempat untuk mereka berteduh dan tumbuh. Setiap anak yang datang memiliki kisahnya masing-masing.
Tiada bantuan yang lebih berharga dari sedekah, melainkan waktu yang kita sisihkan untuk menjenguk anak-anak, menghilangkan kebosanan dan mengobati hati mereka. Di sisi lain saya bergerak hati untuk mengajarkan anak-anak mengaji, agar mereka tetap ingat kepada Sang Pencipta.
Dari yang masih kecil hingga yang sudah lulus sekolah pun mereka menghabiskan waktu bersama dan saling mengajari. Tidak ada yang membedakan latar belakang mereka, mereka semua sama, mereka satu dalam satu keluarga besar. Walaupun sebenarnya mereka bosan berada di panti asuhan, tapi mereka berusaha menghilangkan rasa bosan itu dengan kebersamaan mereka. Di sisi lain mereka merasa senang karena memiliki keluarga besar yang saling menyayangi dan melindungi, mereka juga senang karena memiliki banyak teman. Suka duka mereka rasakan bersama.
Nah ini adalah beberapa contoh yang bisa saya bagikan kepada teman-teman agar bisa menginspirasi dan membuat teman-teman tergerak hati untuk lebih berperilaku kemanusiaan dan meninggalkan perselisihan. Karena kita semua sesama manusia itu adalah sama, bersaudara, tidak memandang suatu perbedaan yang membuat kita berselisih dan menimbulkan perpecahan, yang memiliki satu tujuan untuk mencapai kehidupan yang damai. Semua itu kita lakukan semata-mata untuk ibadah dan mencari ridha Allah SWT.
Semoga tulisan saya ini bermanfaat bagi teman-teman dan tidak menimbulkan pikiran buruk dan kesalah pahaman :)



Daftar Pustaka :

Rabu, 28 Oktober 2015

Persaudaraan Antar-Umat Beragama dari Segi Islam

Dalam konteks toleransi antar-umat beragama, Islam memiliki konsep yang jelas. Dalam hubungannya dengan orang-orang yang tidak seagama, Islam mengajarkan agar umat Islam berbuat baik dan bertindak adil, selama tidak berbuat aniaya kepada umat Islam. Al-Qur’an juga mengajarkan agar umat Islam mengutamakan terciptanya suasana perdamaian, hingga timbul rasa kasih sayang diantara umat Islam dengan umat beragama lain. Kerjasama dalam bidang kehidupan masyarakat seperti penyelenggaraan pendidikan, pemberantasan penyakit sosial, pembangunan ekonomi untuk mengatasi kemiskinan, adalah beberapa contoh kerja sama yang dilakukan antara umat Islam dengan umat beragama lain.
Namum perlu ditegaskan lagi, toleransi tidak dapat disama artikan dengan mengakui kebenaran semua agama dan tidak pula dapat diartikan kesediaan untuk mengikuti ibadat-ibadat agama lain. Toleransi harus dibedakan dari komfromisme, yaitu menerima apa saja yang dikatakan orang lain asal bisa menciptakan kedamaian dan kebersamaan.
Dalam Al-Qur’an terdapat beberapa teks yang mendukung sikap positif terhadap keyakinan lain. Misalnya yang menyiratkan bahwa pada dasarnya ajaran agama-agama kaum muslimin seharusnya tidak membedakan ajaran para Rasul.  Juga pada tempat-tempat ibadah dari agama yang berbeda-beda banyak disebut di Al-Qur’an:
 “Kata Rasulullah dan kaum mukminin….Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya”. (Q.S. Al-Baqarah 2 : 285).
Kebajikan itu sebajik namanya, keramahan seramah wujudnya, dan kebaikan sebaik rasanya. Orang-orang yang pertama kali akan dapat merasakan manfaat dari semua itu adalah mereka yang melakukannya. Mereka akan merasakan "buah"nya seketika itu juga dalam jiwa, akhlak, dan nurani mereka. Sehingga, mereka pun selalu lapang dada, tenang, tenteram dan damai.
Perbuatan baik itu laksana wewangian yang tidak hanya mendatangkan manfaat bagi pemakainya, tetapi juga orang-orang yang berada di sekitarnya. Dan manfaat psikologis dari kebajikan itu terasa seperti obat-obat manjur yang tersedia di apotik. Menebar senyum manis kepada orang-orang yang "miskin akhlak" merupakan sedekah jariyah. Ini, tersirat dalam tuntunan akhlak yang berbunyi, "... meski engkau hanya menemui saudaramu dengan wajah berseri." (Al-Hadits)
Seteguk air yang diberikan  seorang pelacur kepada seekor anjing yang kehausan dapat membuahkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Ini merupakan bukti bahwa Sang Pemberi pahala adalah Dzat Yang Maha Pemaaf, Maha Baik dan sangat mencintai kebajikan, serta Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
(Padahal tidak ada seorang pun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus
dibalasnya. Tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan
Rabb-nya Yang Maha Tinggi. Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan.) (QS. Al-Lail: 19-21).
Memahami situasi masyarakat Indonesia bukanlah merupakan pekerjaan yang sederhana. Indonesia memiliki keanekaragaman sejarah, budaya, suku, dan agama yang begitu komplek. Berbicara tentang persaudaraan dalam kacamata islam, islam sangat memperhatikan masalah ini, islam telah mengatur bagaimana seharusnya seseorang bersikap dan bertindak dalam menghadapi lawan interaksinya dengan baik. Tidak hanya mengatur tata cara persaudaraan sesama muslim akan tetapi juga mengatur suatu konsep persaudaraan antar umat beragama yang berbeda keyakinan dan ritualnya dengan ajaran islam.
Kita dapat mengambil contoh tentang bagaimana persaudaraan yang baik terhadap non-muslim, yang sering anak muda tonton adalah film ”Ayat-ayat Cinta”, film ini mengajarkan kepada kita bagaimana seharusnya seorang muslim berinteraksi dengan baik kepada orang yang berbeda agama. Lebih-lebih kita menyimak hadis nabi yang terucap dari ucapan Fakhrie :”man adzaa dzimmiyan faqod adzaanie, wa man adzaanie faqod adzallaha”
Artinya : ”Barang siapa yang menyakiti seorang ahli dzimmah, maka ia telah menyakiti aku, dan barang siapa yang menyakiti aku maka ia telah menyakiti Allah”.
Contoh Penerapan Ukhuwah Islamiah
1. Rasul mempersaudarakan antara kaum Muhajirin dan Anshar, antara Aus dan Khazraj. Saat itu Rasul menggenggamkan tangan dua orang, seorang dari Muhajirin dan seorang lagi dari Anshar. Maka Rasulullah mempersaudarakan antara Sa'ad bin Rabi' dan Abdurrahman bin Auf. Saat itu, Sa'ad langsung menawarkan setengah hartanya kepada Abdurrahman, memberikan salah satu dari dua rumahnya. Bahkan ia siap menceraikan salah satu istrinya supaya bisa dinikahi oleh Abdurrahman. Pemuliaan keimanan kaum Anshar ini diterima kaum Muhajirin dengan keimanan pula, sehingga Abdurrahman bin Auf berkata, "Biarkanlah harta, rumah, dan istrimu bersamamu. Tunjukkanlah aku pasar." Maka Abdurrahman meminjam uang dari Sa'ad, sehingga Allah membukakan pintu-pintu rizki baginya, sehingga Abdurrahman bin Auf menjadi salah satu sahabat Nabi yang sangat kaya.
2. Setelah perang Badar, kaum Muslimin menawan 70 orang musyrikin. Salah seorang dari kaum musyrik itu bernama Aziz, saudara kandungnya sahabat Rasul bernama Mus'ab bin Umair.
Ketika Mus'ab melihat saudara kandungnya, ia berkata pada saudaranya yang muslim, "Kuatkanlah ikatannya. Mintalah uang darinya sesukamu, karena ibunya memiliki banyak uang." Dengan terkejut Aziz berkata, "Apakah seperti ini wasiatmu atas saudaramu?" Mus'ab berkata, "Kamu bukan saudaraku, akan tetapi dia (sambil menunjuk seorang Muslim)." Ini menunjukkan bahwa ukhuwah atas dasar agama lebih kuat dari hubungan darah. 
3. Pernah seorang sahabat Rasulullah memberikan segelas air kepada salah satu teman-temannya yang sedang mengembala kambing. Temannya tersebut memberikan air kepada teman kedua. Yang kedua memberikan kepada yang ketiga. Begitulah seterusnya, hingga air tersebut kembali pada yang memberikan air pertama kali, setelah tujuh kali air itu berpindahan tangan. 
4. Salah seorang sahabat Rasul bernama Masruq memiliki hutang yang banyak. Namun karena saudaranya bernama Khaitsamah juga berhutang, maka Masruq membayar hutang Khaitsamah tanpa sepengetahuannya. Sedangkan Khaitsamah, mengetahui saudaranya masruq memiliki hutang yang banyak, ia pun membayarnya tanpa sepengetahuannya Masruq.
Semoga Allah menjadikan kita saling bersaudara karena-Nya.




Daftar Pustaka :