Seperti yang readers tau, tanggal 13 November 2015
lalu, di Paris, Perancis, terjadi serangkaian serangan teroris yang sudah terencana,
yaitu penembakan massal, bom bunuh diri,
dan penyanderaan. Tidak sedikit yang menjadi korban
jiwa maupun korban luka-luka.
Dan tanggal 14 November, Negara Islam Irak dan Syam (NIIS)
mengaku bertanggung jawab atas serangan ini. Mereka mengatakan bahwa motif dari
penyerangan tersebut adalah adanya ekstremisme islam, balas dendam atas
keterlibatan Perancis dalam Perang Saudara Suriah dan Perang Saudara Irak, dan
selain itu juga karena adanya kebijakan luar negeri François Hollande di
negara-negara Muslim. Serangan ini dianggap sebagai tindakan perang dan merupakan
aksi paling mematikan yang terjadi di Perancis sejak Perang Dunia II, dan di
Uni Eropa sejak bom kereta api Madrid tahun 2004.
Kejadian tersebut
menimbulkan reaksi dari beberapa pihak nasional maupun internasional. Reaksi
dari nasional yaitu Presiden
Perancis François
Hollande yang merilis pernyataan bahwa “Rakyat Perancis harus kuat menghadapi terorisme”.
Mantan Perdana Menteri Perancis François
Fillon juga
menyatakan bahwa “Perang terjadi di tengah-tengah masyarakat kita. Pihak
berwenang meminta agar warga Paris tetap berada di dalam rumah demi keselamatan
diri”. Dan reaksi dari internasional yaitu Presiden Amerika Serikat, Barack Obama mengatakan, "Ini adalah
serangan terhadap Paris, rakyat Perancis, dan seluruh umat manusia beserta
nilai-nilai universal yang kita pegang bersama. Kami mendukung Perancis dalam
perjuangan melawan terorisme dan ekstremisme”. Presiden Indonesia, Joko Widodo
juga mengatakan,
"Pemerintah dan bangsa Indonesia mengutuk keras kekerasan dan kekejaman
yang terjadi di Paris. Terorisme dengan alasan apa pun tidak bisa ditoleransi”.
Selain itu juga terdapat reaksi dari masyarakat bahwa
teroris adalah orang islam. Mereka berpendapat bahwa orang islam identik dengan
terorisme. Dengan adanya anggapan tersebut, maka seorang Muslim yang tinggal di
Paris melakukan sesuatu yang membuat masyarakat tersentuh dan mengerti bahwa
tidak semua orang Muslim adalah teroris.
Cek this video
Aksi Pemuda Muslim di Paris yang Mengharukan
Kalian pasti sudah banyak yang mengetahui video
tersebut. Apa pendapat kalian tentang aksi pemuda Muslim ini?
Setelah melihat video tersebut, semoga kalian bisa merubah
pandangan kalian tentang orang Muslim. Tidak semua orang Muslim bertindak keji
seperti teroris. Dalam pandangan masyarakat, teroris adalah Muslim. Tetapi
tidak bisa dikatakan apabila orang Muslim itu adalah teroris. Teroris ya
teroris, Muslim ya Muslim. Mereka membunuh orang yang tidak bersalah. Sedangkan
Islam tidak mengajarkan hal itu. Islam mengajarkan membela agama Islam. Apabila
ada kaum yang memerangi Islam, maka Islam akan berjuang dalam mempertahankan
agama Islam. Nah, tertoris tidak memahami secara mendalam ajaran Islam. Teroris
beranggapan bahwa jihad itu memerangi kaum kafir. Tetapi dalam Islam, tidak
mengajarkan itu. Sedangkan di dalam Al Quran terdapat ayat “Lakum dinukum
waliyadin”, yang artinya “Bagimu agamamu, dan bagiku agamaku”.
Saya pribadi sebagai orang Muslim, sangat miris
melihat kejadian tersebut. Dan sangat sedih apabila masyarakat memandang bahwa
Islam itu jahat. Sedangkan Islam itu sebenarnya mengajarkan perdamaian, kasih
sayang, dan toleransi. Sangat disayangkan kejadian tersebut. Dan saya berharap
semoga teman-teman semua dapat menerima pesan yang disampaikan oleh pemuda
Islam di Paris dari video diatas.
Tidak ada yang bisa saya lakukan dalam memerangi teroris, kedepannya
saya hanya bisa mengenalkan Islam secara benar, dan menafsirkan Al-Quran tidak
dengan terpotong-potong supaya bisa dipahami orang lain. Semoga tidak ada lagi
teroris lain yang menyebabkan kehancuran di dunia ini.
Daftar Pustaka
:

