Manusia
adalah makhluk Allah SWT yang paling mulia dan paling sempurna, sebagaimana
yang difirmankan Allah SWT dalam Al-Qur’an “Dan sesungguhnya telah kami
muliakan anak-anak Adam” (QS. Al-Isra :70).
Selain itu, manusia juga makhluk
hidup yang satu-satunya dianugerahi oleh Allah SWT akal dan pikiran. Jadi
manusia adalah satu-satunya makhluk hidup yang dibebani kewajiban untuk
mentaati dan mematuhi Allah dan RasulNya. Untuk itu Allah SWT memberikan
kekuatan akal guna untuk membedakan mana yang salah dan mana yang benar, mana
yang baik dan mana yang buruk. Manusia tidak mengetahui hakikat dirinya, dan
hanya mengetahui sedikit saja rahasia kehidupan dunia yang melingkupinya.
Manusia memiliki keterbatasan dalam berfikir, menafsirkan, serta berimajinasi,
dan dirinya sendiri merupakan satu bagian yang tidak mungkin dipisahkan dari
kehidupan yang ingin dia ketahui hakikatnya.
Mungkin manusia sudah mengetahui
sebagian rahasia penciptaan tubuhnya, akan tetapi dimanakah akal dan ruhnya?
Dan apakah hakikat keduanya? Mereka sama sekali tidak mengetahui tentang kedua
hal tersebut. Jadi, tidak seorangpun yang dapat menjawab pertanyaan “Siapakah
manusia sebenarnya?”. Salah seorang ilmuan mengatakan, “Ketidaktahuan kita
tentang manusia akan terus berlangsung selamanya”.
Allah SWT memberitahu hambanya dalam
firmanNya yang artinya : “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan
mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya
daripada urat lehernya” (QS. Qaaf : 16). Adakah seseorang diantara kita yang
membantah firman Allah SWT yang berbunyi “Dan sesunggunya telah Kami ciptakan
manusia”. Tidak akan pernah ada seorang pun diantara kita yang membantah firmah
Allah SWT tentang ini.
Allah SWT berfirman tentang manusia
“Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah” (QS. Al-Alaq : 2) dan Dia
juga berfirman “Dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah” (QS. As-Sajadah
:7). Nah, bukankah kedua ayat ini menunjukkan bahwa manusia adalah fisik yang
diciptakan dari segumpal darah dan juga tanah? Maka jawabannya adalah sama
sekali tidak, manusia tidak pernah diciptakan dari segumpal darah ataupun tanah
kering ataupun juga tanah liat. Hanya raga manusia sajalah yang diciptakan dari
tanah kering bumi ini, dan juga air, lalu campuran tanah kering dan air itu
menjadi tanah liat. Ayat Al-Qur’an itu sebenarnya hanya mengungkapkan suatu hal
yang parsial, yakni “raga manusia” dengan menyebutkan kata yang lebih
universal, yakni “manusia”.
Jadi kesimpulannya menurut saya, manusia adalah makhluk Allah yang paling sempurna
yang diciptakan Allah SWT secara bertahap, yang terdiri atas jiwa dan raga,
jasmani dan rohani, sehingga memungkinkannya untuk menjadi wakil Allah SWT di
muka bumi sebagai Khalifah yang selalu taat, tunduk dan patuh kepada Allah SWT.
Sedangkan manusiawi menurut saya, adalah sesuatu
yang bersifat manusia, bersifat kemanusiaan. Dan bagaimana manusia bisa
dikatakan sebagai berkemanusiaan? Nah saya akan memberikan contoh sekaligus sedikit
bercerita tentang sikap kemanusiaan yang saya lakukan ketika membuat project
kebaikan.
Project
kebaikan yang pertama
Pasti kalian udah tau siapa pemulung itu,
pekerjaannya seperti apa, dan bagaimana kehidupan mereka, kan? Nah setelah
kalian mengetahui itu semua, apakah kalian peduli dengan mereka? Secara
umum banyak yang tidak peduli dan merendahkan mereka. Bahkan banyak tempat di
sekitar kita yang memasang tanda larangan bagi pemulung dengan banyak alasan.
Padahal dengan adanya mereka itu untuk membersihkan sampah, mengambil sampah
yang selanjutnya bisa didaur ulang dan untuk dimanfaatkan menjadi kerajinan
yang berharga. Bukan berarti, dengan adanya mereka, kita bisa membuang sampah
sembarangan tanpa memperhatikan lingkungan. Sebagai manusia yang
berkemanusiaan, sebaiknya kita membantu meringankan beban pemulung dengan cara
yang sederhana saja, yakni membuang sampah pada tempatnya dan menghargai
pekerjaan mereka.
Project
kebaikan yang kedua
Yang kedua, penjual
koran jalanan. Kalian pastinya juga tidak asing dengan mereka. Mereka berjualan
koran setiap hari dibawah terik matahari dan dinginnya hujan untuk mencari uang
yang akan mereka gunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka. Tidak
hanya orang tua saja yang berjualan koran, tetapi banyak anak-anak juga yang
berjualan koran.
Sewaktu-waktu saya
mencoba membantu mereka berjualan koran di traffic light. Saya merasa kesulit
dalam berjualan koran. Tidak banyak orang yang membeli koran saya. Belum lagi
panas matahari yang sangat terik dan polusi kendaraan. Saya heran, mengapa
anak-anak itu kuat menahan panasnya terik matahari tanpa memakai alas kaki dan
topi untuk menutupi kepalanya. Saya salut dengan semangat mereka dalam bertahan
hidup.
Tetapi, saya juga
sangat sedih dan miris dengan apa yang dikerjakan mereka. Ini merupakan masalah
sosial yang sering dijumpai di kalangan masyarakat bawah, namun masalah ini
tentunya tidak harus dibiarkan dan tidak seharusnya menjadi kebiasaan yang
secara tidak langsung memaksa anak kecil untuk bekerja. Sekiranya ada solusi
yang mampu mengatasi masalah sosial ini, tentang apa yang membuat ini terjadi,
mengapa terjadi, dan apa jalan keluar dari masalah yang terjadi. Masalah yang
buruk bukannya sesuatu yang dibanggakan namun harus diubah walaupun dari yang
kecil, karena perubahan yang kecil dapat mengubah sesuatu menjadi besar dan
lebih bermanfaat.
Project
kebaikan yang ketiga
Dan yang ketiga,
project kebaikan yang saya lakukan adalah berkunjung ke panti asuhan. Tidak
semua orang terlahir dengan keluarga lengkap, bahkan beberapa tanpa keluarga
sama sekali. Begitu miris mengetahui ada yang tega membuang anaknya sendiri.
Namun demikian, masih ada orang-orang yang tergerak hatinya untuk merawat dan
menjaga mereka dengan penuh kasih sayang. Yayasan panti asuhan menjadi salah
satu tempat untuk mereka berteduh dan tumbuh. Setiap anak yang datang memiliki
kisahnya masing-masing.
Tiada bantuan yang
lebih berharga dari sedekah, melainkan waktu yang kita sisihkan untuk menjenguk
anak-anak, menghilangkan kebosanan dan mengobati hati mereka. Di sisi lain saya
bergerak hati untuk mengajarkan anak-anak mengaji, agar mereka tetap ingat
kepada Sang Pencipta.
Dari yang masih kecil
hingga yang sudah lulus sekolah pun mereka menghabiskan waktu bersama dan
saling mengajari. Tidak ada yang membedakan latar belakang mereka, mereka semua
sama, mereka satu dalam satu keluarga besar. Walaupun sebenarnya mereka bosan
berada di panti asuhan, tapi mereka berusaha menghilangkan rasa bosan itu
dengan kebersamaan mereka. Di sisi lain mereka merasa senang karena memiliki
keluarga besar yang saling menyayangi dan melindungi, mereka juga senang karena
memiliki banyak teman. Suka duka mereka rasakan bersama.
Nah ini adalah beberapa
contoh yang bisa saya bagikan kepada teman-teman agar bisa menginspirasi dan
membuat teman-teman tergerak hati untuk lebih berperilaku kemanusiaan dan
meninggalkan perselisihan. Karena kita semua sesama manusia itu adalah sama,
bersaudara, tidak memandang suatu perbedaan yang membuat kita berselisih dan
menimbulkan perpecahan, yang memiliki satu tujuan untuk mencapai kehidupan yang
damai. Semua itu kita lakukan semata-mata untuk ibadah dan mencari ridha Allah
SWT.
Semoga tulisan saya ini
bermanfaat bagi teman-teman dan tidak menimbulkan pikiran buruk dan kesalah
pahaman :)
Daftar Pustaka :


apa yang kamu lakukan itu benar2 menginspirasi kaum muda, membuat kaum muda tergugah untuk senantiasa berbuat baik kepada siapa saja
BalasHapusapa yang kamu lakukan itu benar2 menginspirasi kaum muda, membuat kaum muda tergugah untuk senantiasa berbuat baik kepada siapa saja
BalasHapusSangat menginspirasi. Semoga yang lain dapat mencontoh. Nice :)
BalasHapusartikelnya bagus dan menginspirasi. semoga semakin banyak dari kita yang berperilaku kemanusiaan :)
BalasHapusnice artikel semoga bermanfaat bagi sesama GBU
BalasHapusBagus artikelnya sis :-) semoga dapat bermanfaat untuk semua orang yaaaa :-)
BalasHapusSangat menginspirasi. artikelnya bagus. terus berkarya. Godbless
BalasHapusartikel yang sangat menginsiprasi dzul, semoga bisa menjadi berkah bagi kita semua :)
BalasHapusTerima kasih utk pengetahuan baru bagi saya.. saya sgt stuju dengan pengertian bahwa bersikap manusiawi adalah melakukan kebaikan bagi sesama krn mereka memiliki drajat manusia yang sama dgn kita, good job, keep goinf!
BalasHapusArtikel ini mengandung nilai2 kemanusiaan yang sangat menginspirasi kita semua. Dengan project2 yang ada paparkan diatas terlihat jelas betapa berarti nya nilai kemanusiaan dalam kehidupan kita. Pada hakikat nya pula kita sesama manusia harus saling membantu dengan yang lain karena hidup akan terasa indah dan apabila kita saling berbagi dengan sesama manusia
BalasHapusnice article ;)
BalasHapusmemanusiakan manusia
BalasHapuskeren dah artikelnyaa~
Semoga artikel ini semakin membuat manusia sadar akan kepedulian sesama ya
BalasHapusKeren dyahπ
BalasHapusBagus artikelnya, menginspirasi banget. Terus berkarya yaa:)
BalasHapusArtikel yg cerdik dan membuka wawasan.. goodluck
BalasHapusWah artikel ini benar benar menggugah saya untuk melakukan hal hal yang bermanfaat bagi kemanusiaan, mantab sekali
BalasHapusππππππππππππ
BalasHapussangat menginspirasi. semoga dapat bermanfaat :)
BalasHapussangat menginspirasi. semoga dapat bermanfaat :)
BalasHapusSaya mendapatkah arti yang sesungguhnya tentang manusia setelah lama mencari di google, nice
BalasHapusluar biasa :) mengajak kita untuk membantu sesama :)
BalasHapusNice artikel, ditunggu artikel yg bermanfaat selanjutnya :)
BalasHapusBagus Zul ada pengantar dan ada proyek langsung yg kamu lakukan. Artikel yg membangun, terus berkarya dan wujudnyatakan di kehidupan di seterusnya ya GBu
BalasHapusArtikelnya bagus, semoga dapat menginspirasi yang lain
BalasHapusArtikelnya bagus, semoga dapat menginspirasi yang lain
BalasHapusNice article. Menginspirasi byk orang.
BalasHapusNice article. Menginspirasi byk orang.
BalasHapus